Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Berkah Tetesan Alam

Kadang datangnya mendung suka jadi penghalang. Penghalang untuk pulang, penghalang koneksi wifi soalnya takut kesamber petir, penghalang untuk pergi karena takut kehujanan. Padahal ketika satu dua tetes itu mulai jatuh dari langit, saat itu pula waktu yang biasa biasa menjadi luar biasa. Yup, hujan salah satu waktu mustajab do'a. Hujan juga jadi salah satu suasana paling bikin sensitif hati. Itu juga yang bikin blogg ini produktif banget nulis sastra diatas bulan september, yoi pas musim hujan. Ngaku aja deh, kalau ada aktivitas sama temen-temen di musim hujan, jadi lebih gampang baper. Ngobrol bareng pas hujan (padahal mah yang diomongin organisasi/tugas kuliah) baper, ketawa bareng pas hujan trus matanya saling ketemu baper, diucapin hati-hati di jalan soalnya hujan gede baper, dan baper baper lain yang hadir saat suasana adem, sendu, dan bikin pikiran lari kemana-mana mikir rasa-rasa yang di-ada-ada-in padahal ga ada.  Emang musti pinter-pinter sih manfaatin hujan. Daripa...

Tak Semahsyur Namamu

Untukmu yang namanya kerap kali terpampang di kiriman danus Pasti bahagia rasanya saat kiriman itu datang bersama pesannya Melebihi bahagia rasa enak danusnya Karena ada namamu Mungkin ada kala saat, hanya inginkan kertasnya Kuenya? sedekahkan saja pada teman yang belum beruntung Seberuntung dia yang dapat bertubi-tubi kiriman dari yang lain Makasih ya, kalau sudah berpikir begitu :) Aku salah satu penerima kue sedekahmu Untukmu yang namanya tak semahsyur dia yang jadi langganan kiriman danus Sabarlah menunggu, mungkin belum rezekimu Coba terka ulang, mungkin kau juga pelik atas lebihmu Kalau kau anggap danus sudah cukup, mungkin berbagi ilmu? Tak kan merugi orang yang murah berbagi Apalagi kalau pesannya pakai hati Yakin lah, jangankan tiap minggu, bahkan tiap hari Masa tak satu pun yang mau dibeli? Jangan ditahan-tahan, masih kunanti :)

Antara 19 dan 20

            Rutinitas sudah jadi tumpangan hidup untuk beraktivitas, tanpanya manusia lemah ini hanya pengangguran yang tak punya arah dan tujuan tertentu kedepan. Apa yang sudah tertulis di #10YearsMovement atau #100MimpiDalamHidup takutnya sekadar bual belaka. Ada alasan yang terus membuat linglung, karena waktu terus bertambah sementara aku masih disini.           Kemudian keluar dari bayang-bayang mimpi yang bergentayangan dalam pikiran untuk meniti mimpi baru, . Mendaftar untuk pegiat sosial, melanjutkan jalan dakwah, dan aktifin dunia seni. Balance-in semuanya? Emang gak mudah. Dari ketiganya, aku hanya remah-remah malkist dari banyak manusia luar biasa aktif dan kreatif yang terus mengasah diri menuju lebih baik.       Kadang, terselip malu, karena semuanya akan berjalan dengan baik, ada dan tiadanya aku  . Ya ampun, inilah pemikiran egois dan dzolim untuk komitmen yang pernah terucap saat w...

Kembali Bersua

Hai, bilamana kau kembali bersua? Telah kututup seribu celah, lalu bersama seribu cara. Waktu jua satu dua menjelma menyapu kenang Tak ada rasa yang kembali mendekap kemudian tak kusangka datang bulan-bulan yang dirundung hujan membersamai teduh dan hangat mengantara tawa dan kebersamaan menangkap sudut tatap mu dan aku rasanya, aku tak mampu ingin mundur perlahan sampai memudar hilang bagiku bukan halang hadirku sampai ku pulang Namun, ada senapan yang memicu iba aku mencerna dan lagi aku menerka bagai candu, jelas matamu berbicara pandangan tegas beriring harapan yang hingga kini mungkin tak ada rasa pantas di dalamnya Makin larut, makin tak sanggup makin sadar pula harus berdiri disisi ini dibelakang mata yang menjelas tanggung jawab, memelas kontribusi, mengharap komitmen, yang jauh jauh hari pernah terucap, namun sempat terlupa. aku manusia penuh ego berkatmu, akan kucoba izinkan peduli terbuka sementara
Di mana kau lepas landas?                        Semburat cahaya matahari yang bangun menatap dunia Menerpa wajahnya yang syahdu Pikirannya yang terbang mengudara Bukan pikiran kosong nan sendu Teringat waktu 17 tahun silam pengorbanan seorang ibu demi seorang anak Buahati tercinta buah kesabarannya 9 bulan mengandung penuh kesabaran Peluh seorang bapak yang seketika menghilang Kebahagiaan memenuhi hari itu Suara tangisan nan indah terdengar memenuhi ruangan persalinan Suara adzan nan merdu dikumandangkan dengan cinta dan pengharapan Harapan tuk seorang bayi yang kelak dewasa Harapan untuk seorang bayi mungil tuk banggakan kedua orang tua nya Hari demi hari Minggu demi minggu Bulan demi bulan Tahun demi tahun Tak terasa kertas putih itu telah terisi penuh cinta, kebahagian, canda, dan tawa Tetaplah kesedihan, kecemasan, ketakutan pernah hinggap dan menghiasi kertas putih itu Tapi sesosok ini telah tumbu...

Confuse With a Thing

Ada yang jahat Yang diam dalam keraguan temannya Yang bisu tapi riuh sekejap mata Yang tak tau dimana ia berucap Sesaat setelah berkata Apa yang terlontar tak lagi sama Sesaat selepas menatap Apa yang dituju tak lagi bermakna Aku mulai lupa Apa yang kemarin terlontar Apa yang hendak dituju Apa jadinya kamu 💙

Tentang Hati

Mudah sekali jatuh, lalu setelahnya kuhapus. Esoknya terjadi lagi, jatuh-kemudian kuhapus. Nyatanya yang terhapus rupanya tak benar-benar terhapus. Sampai sudah di jejak ke-4, rasanya yang terjatuh dan luka yang membekas pun lama-lama akan sembuh jua, kali ini harus seada-adanya terhapuskan. Bilamana akan berlanjut? Ya, selesai sudah puisi-puisi dan sajak-sajak cerita blog ini. Semua tentang kabar hati yang semakin lama sadar akan keberadaanya. Yang lalu tidak ada di sana.  Bukan di sana tempatnya. Mulai saat ini, tokoh kamu di aksara romansa kemarin-kemarin akan berganti. Kamu dan segala analogi bukan lagi kamu. Tugas hati saat ini lumayan berat, mencari tokoh utama baru untuk dilukis lewat cerita. Karena cuma lewat hati, semuanya berwarna dan tergambarkan.

A little Pleasant

5-28-17--5-28-18 Welcome May! It has been a year since I do this for you. You might never seen this short memo, but I will keep this here for a day. Once again, happy birthday! 🌈 8-30-2020 I kept my social media stalking on you, day by day, twice a month, once a month, once a quarter, once a year and time goes by, you already lost in my past. Its been 2 years, i never have little chit chat on you. Maybe, you already forget me since long day. But now, let me tell you one thing, that it used to be u, the one that stand and never gone in my mind.  I'm sorry, it just happen. I cant belive your eyes give a little touch. Everything you do is a honest sincerity. Every single thing you say, i hope its full of positive impact for our youth. Every sunny day, i hope you always remember that i ever exist in your life, even a little. Two hours ago, i log into my instagram, guess what i see? You, with a black outfit of the day wore by a girl. Although my feeling has flown with a sun revolution,...

Extremely Loveless

Ada hati. Kosong seperti ruang hampa udara. Kelam, hitam, dan tak berarah. Disundut api, tak menyala. Yang ada malah lebam luka. Apa? Bukan persoalan simpel tentang kebendaan. Kenapa? Bukan perkara mudah untuk beralasan. Jadi? Apalagi untuk menyimpulkan. Entah dimana entah kapan semuanya berawal. Yang pasti sulit untuk diungkapkan.

Jauh dan Menjauh

Gambar
Semenjak gelak tawa tecipta Untuk satu keajaiban. Ubah segala sendu menjadi rindu. Menjemput hangat Lalu mengantar suasana nyaman Andai dunia tak mengenal kata dusta Ku pastikan, telah sampai pesan dari lubuk terdalam Mengantar sapa dari titik temu pandang Memulai cerita sebuah perkenalan Mencoba menahan sembari memendam Serasa sembunyi sembari menyimpan luka Tak  mungkin terlepas Apalagi terungkap Hakikatnya memang begini Perempuan yang dilanda harapan Pertama menanti Kemudian menunggu Terus menerus lalu memendam Ketika dirasa tak berbalas Ia melepas Dan tinggal sakit akan harap harap cemas, yang dahulu ia tunggu, bahkan doakan. Pelan ku kayuh roda untuk menjauh Tak perlu menyesal, untuk apa bila tlah berlalu? Pun ia tak akan mengetahui mu Meski sekalipun kabar, bila bertemu

Ada yang Terlupa dan Kuasingkan

Gambar
Mungkin aku terlalu fokus. Saat pelangi yang berwarna-warni cerah, menampakkan dirinya pada khalayak umum. Mungkin aku terlalu sedih. Saat air mata ini berurai terlalu dalam tanpa berfikir dahulu. Mungkin aku terlalu sibuk. Saat dunia membawa diriku pada penatnya urusan. Sampai aku sadar, ada secuil peduli yang terabaikan. Dari hilir ke hulu. Akhirnya ke laut juga. Dari kutahu hingga tak bertemu. Lamat-lamat tersadar juga. Ada yang terlupa dan kuasingkan. Betapa bodohnya. Sekejap perhatian yang menginginkanmu menoleh untuknya, tapi ku anggap itu gurauan belaka. Berasumsi bahwa senyuman itu tak benar-benar nyata. Atau, memang hanya ilusi? Lagi dan lagi, hayal tak banyak berucap. Ia hanya memenuhi ruang imajinasi yang terpancar oleh keinginan hati. Seperti mimpi. Ingin kusudahi, tetap saja berwindu-windu akan muncul lagi. Siapkah jika permintaan sanubari datang lagi?

Special for 2017

Gambar
Euforia yang beraneka ragam. Satu-satunya frasa paling cocok buat 2017. Ketika keberhasilan yang bikin kita ngerasa jadi orang paling bahagia, tapi disisi lain ada teman yang harus menahan kesedihannya buat ikut senang atas keberhasilan kita. Ketika kita ingin bercerita satu sama lain tentang awal sebuah masa yang baru, tapi kita sadar mungkin sekarang bukan waktu yang tepat. Ketika perjuangan itu dimulai bersama-sama namun yang dituai tak sama. Ketika jarak dan waktu pelan tapi pasti mulai merenggut kebersamaan yang dulu terjalin erat. Ketika semua pasti-akan-berubah oleh sebuah perpisahan.   Jangan benci orangnya, tapi benci dengan perpisahannya       - Raditya D                 Cepet banget semua berlalu. Cepet juga yang dulu ku ibaratkan dengan kata-kata hilang oleh sebuah jarak. Dengan sengaja ku pilih jarak untuk memulai semua yang baru. Walau tak sampai beratus kilo jauhnya, namun tempa...