Ada yang Terlupa dan Kuasingkan
Mungkin aku terlalu fokus. Saat pelangi yang berwarna-warni cerah, menampakkan dirinya pada khalayak umum. Mungkin aku terlalu sedih. Saat air mata ini berurai terlalu dalam tanpa berfikir dahulu. Mungkin aku terlalu sibuk. Saat dunia membawa diriku pada penatnya urusan. Sampai aku sadar, ada secuil peduli yang terabaikan. Dari hilir ke hulu. Akhirnya ke laut juga. Dari kutahu hingga tak bertemu. Lamat-lamat tersadar juga. Ada yang terlupa dan kuasingkan. Betapa bodohnya. Sekejap perhatian yang menginginkanmu menoleh untuknya, tapi ku anggap itu gurauan belaka. Berasumsi bahwa senyuman itu tak benar-benar nyata. Atau, memang hanya ilusi? Lagi dan lagi, hayal tak banyak berucap. Ia hanya memenuhi ruang imajinasi yang terpancar oleh keinginan hati. Seperti mimpi. Ingin kusudahi, tetap saja berwindu-windu akan muncul lagi. Siapkah jika permintaan sanubari datang lagi?