Ragu Itu Kamu
Saat ini aku, berdiri diatas tumpuan kakiku sendiri Setelah sekian windu, aku dipangkuan induk semangku Awalnya, segala gundah aku terabas Aku bernafas dalam hiruk pikuk yang berbeda Satu, dua, kini musim telah berganti dua kali Aku datang tak se percaya dulu Aku kian menapaki banyak jenis tanah Yang ku hirup, bukan lagi pohon dan sawah Tapi juga ada lumpur, kerikil, dan batu kali