Kata pengantar
1000km, menjelang tahun ketiga, aku hidup sebagai sebenar-benarnya diri yg utuh Yang harus berdiri tegap, meski rasanya dunia mau runtuh Yang harus mampu mengobati, kala diri tak terkendali Yang menjaga sekuat batin untuk tetap suci, meski tak ada fisik yang mengawasi 22 tahun lebih 7 bulan, sungguh nikmat yg bertubi-tubi, saking aku tak pernah menanggung beban, kadang aku pungkiri. Mudah sekali santapan full gizi, menutrisi raga dan akal, nyatanya, merupakan sebuah keistimewaan dan hampir hampir tak pernah saat tahun keduaku sendiri. Dekap segenap indra untuk mendengar, merasa, menatap, menasihat, dan memberi aroma, sudah hilang dalam ribuan kilo, sesak dalam dada saat pilu menyelimuti hati. Walau ku tahu pasti, doa tak henti melangit agar aku hidup tenang, kuat, dan sehat Agar Allah menjadi tujuan, dan akhirat terpatri menjadi tempat pulang kekal Agar aku selalu dalam penjagaanNya baik dalam gembira maupun duka cita