Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Melepas Penat dengan Menulis

Menulis itu menumpahkan segala perasaan kita disebuah lembaran putih yang merangsang kreativitas dalam berkata-kata. Setelah selelsai satu buah bacaan yang kita tulis sendiri, rasanya pikiran jadi lebih plong dan relax. Gak cuma bikin plong, ada sebuah karya tulis yang dihasilkan dan mungkin bisa bermanfaat bagi banyak orang. Lagi capek, penat, bosan, jatuh c*nta, kesel, dan pengen marah, tumpahin aja semuanya dalam sebuah tulisan. Apalagi kita masih muda, emosi dalam sebuah karya masih sangat terasa dan tercipta dalam untaian kata-kata. Tapi nyatanya tak semudah itu menuangkan apa yang kita sedang rasa disebuah tulisan. Terkadang, terselip niatan untuk menujukan tulisan keseseorang, namun apabila tak sampai tulisan itu, bukan rasa plong yang ada malah sebuah kekecewaan. Lebih baik dari itu, tetap tersalurkan apa yang ingin kita bagi ke banyak orang lewat tulisan. 😀☺😊😁 Di situ serunya. Karena ada sebuah emosi dalam tulisan, seolah tulisan itu hidup dan melanglang di pikiran pemb...

Satu Tanya untuk Keraguan

Gambar
Apakah satu-satunya rasa kagum ini akan bertahan sedemikian rupa? Bila kekaguman itu mulai layu karena tak kunjung terdera hujan. Langit selalu tahu saat aku menatapmu lebih dari yang kau pernah tahu. Walau tatapanmu tak pernah tertuju pada diri yang masih berusaha memantaskan naluri dan imannya untuk sekadar menjadi teman. Untaian do'a agar terhindar dari kekakuan perkataan dan ucapan, selalu terlantun dibawah sinar mentari pagi saat akan bertemu di tempat menuntut ilmu. Namun, ku tahu pandangan itu bukan untuk diriku. Apakah satu-satunya rasa kagum ini akan bertahan sedemikian rupa? Bila pemicu kekaguman tersebut tersendat oleh hadirnya warna yang lebih memikat dari kelamnya kelabu, sepintas hanya warna senja yang berlalu. Kombinasi abu-abu dan ungu menjadi sirna oleh kilauan cahaya fajar yang selalu ditunggu. Apakah satu-satunya rasa kagum ini akan bertahan sedemikian rupa? Bila sebenernya kau tahu  dan berlagak pura-pura tidak tahu. Perlahan kau pudar dan hilang dar...

High School

Gambar
Hitam dengan simpul putih, inilah awal kisah abu-abu. Penentu arah kemana kaki kan melangkah, jiwa kan melanglang, dan hati tuk berlabuh. Romansa muda tepat dititik puncak untuk berkarya. Berkreasi membawa jati diri atas wujud ekspresi . Sebuah impersonate atas putih abu-abu, terlalu special, hingga terbit sebuah kenangan  rindu. Bermula pada Juli 2014, melihat hijau dan uniknya bangunan yang berundak, berkelok, dan berliku merupakan sebuah pertanda bagaimana kehidupan Sekolah Menengah Atas berlangsung. Menjalani kehidupan seutuhnya sebagai siswa SMA merupakan adaptasi yang lumayan rumit. Mau tidak mau, sulit, susah, sedih, kecewa, harus dijalani dengan ikhlas dan tabah. Namun, seiring berjalannya waktu, hati dan jiwa seolah adalah milik sekolah ini. Sahabat, cita, dan cinta. Sebuah takdir dari skenario Sang Pencipta yang manis, sahabat yang kini ada disamping kita adalah hal yang tak pernah kita duga, dari awal pertemuan hingga  sedekat ini. Pandangan mata yang tak se...