Aku, gadis berhati sebesar genggaman jari Mudah jatuh, patah, dan kandas oleh satu gelegar petir Tumbang tak berbekas oleh cabikan satir Sayatan luka lapis demi lapis hingga terakhir Semai benih kasih, luluh lantah oleh tajamnya mulut berduri Aku, gadis berwajah cukup, setara batas kkm ambang kelulusan Berbenah dari hilir hingga hulu Berefleksi hari demi hari bertanya sana sini dalam hati Apa iya aku pantas dimiliki? Apa iya aku pantas merasakan kasih? Apa iya aku layak menjadi teman hidup? Aku, gadis berakal wajar, sewajar caramu belajar Berpikir dari akar hingga ke titik terdasar Apa benar hidup hanyalah pikiran-pikiran nanar? Tak perlu tau apa yang membuat hatimu memar Mudahnya yang lain berjalan, sedang aku merasa sakit, samar-samar Jalani saja hidup yang senantiasa berganti ini Berganti aku, kamu, atau berganti rasaku, rasamu Bebas saja kerumunan hati kau lewati, masa bodo bila satu dua mendekati Hidup memang penuh kejanggalan soal kesetiaan Leb...