Mencari Jarum dalam Jerami
Sabtu, 22 Oktober 2016 21:18 Dibawah rinai hujan yang membawa keteduhan, dibalik semua tangis dan rasa sedih yang dialami 2 tahun 4 bulan. Tuhan tak pernah tidur. Akhirnya, setelah menunggu beberapa waktu, terjawab sudah semua do'a dan harapan dari kesucian yang kini sudah tak ada nilai dan harganya. Kebusukan untuk menggapai sesuatu pasti berbalas. Dipermalukan didepan 1000 manusia cerdas dan berintegritas. Belum lagi pandangan dan caci maki. Aku tahu itu menyakitkan, tapi yang berlalu tak bisa terulang dan penyesalan selalu datang terlambat. Kira kira selusin banyaknya. Maju kedepan. Aku sendiri tak tahu apa yang dirasakannya. Sedih, malu, menyesal, sakit hati atau sebaliknya? Merasa tak bersalah dan menganggap itu semua hanya angin lalu yang akan hilang dan dilupakan dimakan waktu. Kotor dan picik sekali. Mereka tak pernah memikirkan perasaan teman yang tak mau menggunakan. Belum lagi mereka juga menghasut kesucian untuk ikut menempuh kepicikan pikiran pikiran manusia ...