Harapan
Saat Langit Menerka dan Aku Tersenyum
oleh : Afifatul Ilma
Pagi, sang embun tapaki pedati
Salam dari semesta, bentang jingga di ufuk berjumpa
Bulan yang dirindu, perlahan pudar diguyur semu
Mars negriku tak luput disapa
Kobarkan jiwa, penuh hikmat nestapa
Sembari menari lewat bayang sanubari
Terbesit sayup bergema, bak tersambar petir
Mengalir, menyetrum pikiran, terpampang duhai pemuda
Satu langkah nyata karya cipta pujaan bangsa, kelak
Belasan tahun jemari ditempa
Sang pemuda kini mulai lelah
Berseteru dengan semangat terberai rasa gundah
Tanpa banyak keluh, tanpa rasa ragu
Berhimpun dalam nadi dan darah, penuh sesak
Namun, gaungnya berdentang sampai ke langit
Mengejar sederet bintang, dalam badai mengayun
Serahkan ujung pena pada pelukan angkasa
Untuk memilih impian dan masa depan
Ialah cita dan harapan pada sebuah skenario hidupIalah penat dari peluh dan tangis yang tersedu
Ialah paras dari sukma pada terpaan debu dan cemburu
Ialah akhirku berseragam, pun awal menuju jenjang yang baru
Komentar
Posting Komentar