Tajamnya Sebuah Kata
Awal November, saat matahari mulai turun, maka saat itulah langit melepas bebannya untuk jatuh kebumi sebagai rintik hujan. Sebuah filosofi yang terekam pada jejak kehidupan melahirkan satu karakter kuat yang tak dapat goyah. Ya. Kata.
Seorang pembicara pernah menyampaikan, "Kata-kata lebih tajam dari pedang, karena kita hidup dizaman kata-kata menjadi mukjizat." Sederhana, singkat dan tepat sasaran. 2016 ini kata kata memang sangat mempengaruhi hidup seseorang. Bahkan "kata" bisa mengubah hidup kita. Itulah mengapa ia disebut mukjizat. Perubahan itu bisa terjadi pada dua hal, lebih baik atau sebaliknya.
Media dari kata adalah lisan atau tulisan. Pepatah pernah mengatakan " Mulutmu harimaumu" karena sekali kita berbicara, sulit bagi kita untuk menarik kembali apa yang telah keluar dari mulut kita, dan bila ucapan kita telah menyakiti perasaan seseorang, kita telah mempengaruhi atau melakukan perubahan pada hidup seseorang. Maka, berpikirlah sebelum berbicara. Sekecil apapun perkataan/ucapan yang menyakiti hati seseorang, pandangan orang tersebut akan berubah pada kita.
Tulisan. Di dunia ini banyak sekali hal hal yang kita alami dan jika kita berbagi secuil pengalaman hidup yang berharga lewat tulisan yang bermanfaat bagi orang lain, mungkin sebagai motivasi atau informasi, bertambahlah satu amal kebaikan bagi diri kita. Terdapat kepuasan tersendiri apabila tulisanmu mendapat respon yang baik bagi pembaca apalagi bila pesan yang tersirat sampai dan berguna untuk hidupnya.
Jangan pernah berkontribusi untuk membuat hidup seseorang jatuh dan merasa terpuruk. Mulailah untuk bericara yang baik pada teman atau kerabat disekitar kita agar silaturrahim tetap terjaga dan ukhuwah semakin erat!
Salam dari semesta untuk hidupmu yang lebih baik esok!
Afifatul Ilma

Komentar
Posting Komentar