Pilihan Itu Ada


Assalamu'alaikum temen-temen

Kata orang, ujian adalah cara Yang Maha Kuasa menguji keimanan hambanya. Kata Al-Qur'an, Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ketika diri kita dihadapkan pada pilihan yang sulit, maka tunjukkanlah ketegasan dan kekonsistenan atas dasar prinsip hidup yang kita pegang untuk menentukan mana yang akan kita pilih.

Itu yang gua rasain pas rangkaian ujian untuk kelulusan berlangsung beberapa bulan yang lalu. UN bocor udah biasa banget dan paling yang menggunakan moment kebocoran ini +-  3% doang. Lebih sakit dari itu, USBN yang merupakan ujian untuk menentukan kelulusan malah lebih parah. Diitung perkelas aja, yang make bocoran ada kali 50% siswa . Bahkan gua juga dapet bocoran soalnya coy
-_- gangerti. Hati aja sih yang milih, mau kayak gimana kita untuk lulus.

Hari pertama sampai H-1 ujian selesai, masih banyak yang mempertahankan dan menghargai sebuah kejujuran dalam ujian. Tiba juga hari terakhir, pas banget disaat sudah lelah lelahnya, subjek yang disajikan itu fisika. Disini ujian yang sebenarnya berlangsung. Memang tabiatnya manusia, usaha minimal dan hasil maksimal. Hancurlah kejujuran yang telah dibangun sejak hari pertama ujian itu disatu hari terakhir. Alih alih karena banyak yang merasa takut berhadapan dengan sebuah soal, tidak mau berusaha untuk mengerti dan paham soal itu. Bocoran soal dan kunci jawabannya pun beredar dalam sekejap kamis pagi waktu itu.

Gamau nuntut apa-apa kok, cuman gua ngerasa prihatin aja dengan sikap banyak siswa yang memilih dikelabui oleh rasa takutnya untuk berhadapan dengan ujian kita. Sekolah ngerti kok guys, kita gamungkin nguasai semua pelajaran yang diujikan sesempurna itu, pasti ada kelebihan dan kekurangan di setiap matpel. Yang guru-guru harapkan juga lebih dari sekedar nilai, mental baja kita yang gatakut dan selalu siap menghadapi ujian apapun. Itu yang jadi tujuan mereka mendidik kita disebuah lembaga pendidikan.

Gua ngerasa USBN adalah satu tahap ujian yang gua sendiri ga ngerasa maksimal mengerjakan soal itu, apalagi bagian kimia dan fisika. Prediksi gua sih, gua gatembus KKM sekolah di 2 matpel tersebut. Tapi saat SKL dibagikan, gua lulus dengan hasil dan jerih payah gua sendiri, Iya. Secapek itu gua menjalani semuanya 3 tahun dengan usaha gua dan berbuah manis diujungnya [Insyaa Allah].

Gua berharap, beberapa yang make bocoran di USBN timbul rasa penyesalan telah melakukan itu. Toh hasil yang dituai di ijazah sama kok, gaada nilai dibawah kkm dan berakhir dengan predikat lulus. Kunci jawaban bukan pintu kelulusan, melainkan pintu pembuka dosa temen-temen. So, buat apa takut untuk kejujuran yang dinilai lebih dimata Allah daripada sebuah kecurangan?

Satu lagi nih, hasil dan ketetapan-Nya itu udah ada, tinggal bagaimana cara kita menjalankannya untuk hasil tersebut. Mohon maaf jika ada tulisan yang menyinggung hati temen temen ya :]
Tulisan ini murni dari hati gua untuk menunjukkan sikap prihatin dan pengen temen temen semua yang baca jadi orang yang lebih baik kedepannya ;] peace, love, and gaul.

Wassalamua'alaikum Wr. Wb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di antara

25?

Buka Topeng