Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Sempat Terhenti

 25, kabar baik dalam perjalanan karir Berkabar, dan terjalin kembali Berhenti kukira hanya sampai disini 3 kata kemudian mengubah segalanya Menyelam, dialog panjang Ubur-ubur biru ungu rajut Ikhtiar melalui teman Berhenti

25?

Kira-kira 1,5 bulan sudah merasakan ada di 25. Bagaimana? Mungkin kalau dari segi fisik, bisa ku katakan, ini adalah tahap paling tidak percaya diri ku sepanjang hidup. Gua percaya saat ini gua berada di fase paling anehnya muka wkwkwk. gatau kenapa, rasanya komuk di setiap sisi. Dan bersyukurnya, akhirnya gua bisa ngerasa 'kayak gini'. Dulu gua se gapeduli itu tentang bagaimana berpenampilan. intinya sebenernya gua mau cerita, sudah 1 bulan ini gua ojt di bappenas, alhamdulillah bersenang-senang (ganyambung apa-apa si dengan kejadian yang ingin w ceritakan, cuma pengingat waktu)  btw, lanjut ke-25 tahun, sejauh seperempat abad, ini gebrakan gua yang paling berani sejauh ini WKWKWK ampun (hmmm kayaknya terlalu berani ya). "Next time hangout bareng yuk klo lg barengan di jkt ke perpusnas atoga kemana gt, life update " UNTUNG DIBALES "iya next time yaa" a nya 2! WKWKWK Ni anak emang baik bgt membesarkan hati orang biar gak malu, thanks dan sukses deh udah si g...

Di antara

Aku sudah mencamkan pada diriku sendiri, tidak perlu menuang rasa pada gelas yang sudah retak, sudah bolong, maupun sudah penuh terisi. Jangankan menyentuh, bahkan mendekatinya saja tidak perlu, percuma. Kamu tidak akan bisa mengisi ruang kosong dalam gelas itu. Kamu tidak akan bisa mengubah warnanya. Aku mencamkan, untuk diriku. Ada kalanya, saat gelas itu menatapku nanar, meminta setetes air penyejuk dahaga. Lantas aku teteskan sedikit demi sedikit mata air ke dalamnya. Nyatanya, gelasnya bolong sehingga tetes mata air itu jatuh menghilang diserap tanah.  Lalu, waktu berselang. Kembali gelas itu terlihat berantakan. Lantas aku coba merapikannya namun ternyata, sudah ada sosok lain yang datang membantu. Lalu apa gunaku?  Musim berganti, jika tidak memulai bertanya kabar, gelas ini tak ada yang mengerti kondisinya. Mau dibilang misterius, ya memang, walau misterinya sangat samar dibalik indah corak gelasnya. Kadang, aku ingin coba pahami situasinya, tapi selalu gagal. Apa sela...

Stupidity Season

Hehe Selamat datang di salah satu kumpulan keresahanku yang ku jadikan prasasti di petualangan hidup sendiri  :'D Kali ini bulan Juni, 2024 Setelah 2018, 2019, 2020, 2021, 2022, 2023, 2024 wah bukan waktu yang sebentar, adakah tahun yang terlewat tanpa ada obrolan baik chatting maupun ngobrol langsung?  Selama itu juga, ku simpan dinamika rasa yang muncul dan tenggelam karena kejadian-kejadian yang membuatku gugup.  Yap, gugup kataku. Aku sebenarnya gugup, setiap kali ada rasa tak terduga mulai berkunjung membuat mulutku lebih gagap dari biasanya. Ketika rangkaian perasaan aneh ini datang, inilah saat-saat musim kebodohan mengetuk kepalaku, bersarang, meninggalkan logikanya. Aku menjadi makhluk perasa, yg aku tidak suka. Aku bodoh dengan tindakanku. Kepalaku meninggalkan caranya berpikir secara jernih, karena ruang-ruangnya dipenuhi tamu tak diundang yg tiba-tiba mengganti prioritasku saat itu, belajar dan bekerja.  Aku sadar, aku terganggu karena pikiranku sendiri. ...

Jangan Jatuh Lagi, Ya

aku takut, ini sudah kali kesekian kupu-kupu hinggap lagi di perut kosongku kali ini, rasanya aneh aku sudah lama tidak merasa ada yg berguncang pada isi perutku tapi yang ini, rasanya kupu-kupu berputar seperti tornado yang mengaduk-ngaduk ke usus, lambung dan ginjal memang tidak sekuat dahulu sih, namun karena sudah lama tidak, jadi terasa sangat geli jantungku juga ikut diguncang Otakku bahkan ikut memikirkan sepertinya dalam keadaan resah dan bingung harus terbawa geli atau mengembalikan logikaku ke tempat seharusnya

Kata pengantar

 1000km, menjelang tahun ketiga, aku hidup sebagai sebenar-benarnya diri yg utuh Yang harus berdiri tegap, meski rasanya dunia mau runtuh Yang harus mampu mengobati, kala diri tak terkendali Yang menjaga sekuat batin untuk tetap suci, meski tak ada fisik yang mengawasi 22 tahun lebih 7 bulan, sungguh nikmat yg bertubi-tubi, saking aku tak pernah menanggung beban, kadang aku pungkiri.  Mudah sekali santapan full gizi, menutrisi raga dan akal, nyatanya,  merupakan sebuah keistimewaan dan hampir hampir tak pernah saat tahun keduaku sendiri.  Dekap segenap indra untuk mendengar, merasa, menatap, menasihat, dan memberi aroma, sudah hilang dalam ribuan kilo, sesak dalam dada saat pilu menyelimuti hati.  Walau ku tahu pasti, doa tak henti melangit agar aku hidup tenang, kuat, dan sehat Agar Allah menjadi tujuan, dan akhirat terpatri menjadi tempat pulang kekal Agar aku selalu dalam penjagaanNya baik dalam gembira maupun duka cita