Stupidity Season
Hehe
Selamat datang di salah satu kumpulan keresahanku yang ku jadikan prasasti di petualangan hidup sendiri :'D
Kali ini bulan Juni, 2024
Setelah 2018, 2019, 2020, 2021, 2022, 2023, 2024 wah bukan waktu yang sebentar, adakah tahun yang terlewat tanpa ada obrolan baik chatting maupun ngobrol langsung?
Selama itu juga, ku simpan dinamika rasa yang muncul dan tenggelam karena kejadian-kejadian yang membuatku gugup.
Yap, gugup kataku. Aku sebenarnya gugup, setiap kali ada rasa tak terduga mulai berkunjung membuat mulutku lebih gagap dari biasanya. Ketika rangkaian perasaan aneh ini datang, inilah saat-saat musim kebodohan mengetuk kepalaku, bersarang, meninggalkan logikanya. Aku menjadi makhluk perasa, yg aku tidak suka. Aku bodoh dengan tindakanku. Kepalaku meninggalkan caranya berpikir secara jernih, karena ruang-ruangnya dipenuhi tamu tak diundang yg tiba-tiba mengganti prioritasku saat itu, belajar dan bekerja.
Aku sadar, aku terganggu karena pikiranku sendiri. Oleh karena itu, semua yang mengganggu di waktu yang belum tepat, harus ku halau sementara. Aku memang tidak bisa memastikan, akan sementara atau selamanya. Menutup obrolan, menyibukkan diri, mencari teman baru, menghabiskan waktu ditempat baru, mungkin ini cara-caraku.
Lalu setelah kesulitan melupa, aku yang bodoh ini lagi-lagi mencoba mengikuti bisikan hati yang tak pasti arahnya. Lagi-lagi aku jatuh, masih di lubang yang sama. Kuulangi lagi kesibukan-kesibukanku. Siklus ini secara tidak sadar, ternyata sudah berulang-ulang terjadi, tanpa ujung untuk dituju. Kali ini bulan Juni, 2024.
Tahun-tahun sebelumnya, aku belum sadar. Sangkaku, jika ujung dari siklus ini tak berpihak padaku, aku akan tetap baik dan tetap berdiri. Perlu kugaris bawah, aku menulis ini dalam keadaan normal dan bukan diwaktu-waktu pms saat emosi sedang pada puncaknya. Okey, ditahun ini, rasanya jika akhir dr siklus tak berpihak padaku, aku tak yakin akan berdiri tegap semudah biasanya. Mungkin butuh waktu untukku kembali.
Memasuki bagian kesimpulan,
Sebetulnya aku ingin bertanya, adakah hal yang serupa terjadi padamu juga?
Tolong jawab di kolom komentar ya, kalaupun jawabannya tidak, semoga pertemanan kita tetap utuh walau mungkin tak akan sama lagi.
Komentar
Posting Komentar