Seutas Benang Merah
Dari saut-sautan owa yang membangunkan aku tiap jam 6 pagi, selalu terlintas pada benakku beragam kecocokan walau tetap takdir yang membawaku kesini, ke Batang Barus. Nagari dengan sekelompok kecil penduduk di tengah Rimba Bukit Barisan dan kaki Gunung Talang. Aku ingat betul saat kelompok pengajian kuliahku berisi anak-anak dari Suku Minangkabau sampai ketika mereka saling bercerita menggunakan dialek khas Minang. Aku juga ingat senior kuliahku yang pernah mengenalkan rumah makan telur ikan mas terkenal di dekat rumahnya saat aku masih tingkat satu, yang 5 tahun kemudian aku kunjungi di Payakumbuh dalam rangka menghadiri perhelatan upacara pernikahan seniorku itu. Aku juga ingat pada lorong F rak buku di perpustakaan Badan Pusat Statistik gedung 2 lantai satu, aku menjadi orang yang menyensus buku-buku daerah dalam angka, dan daerahnya adalah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, dimana aku pertama kali melihat wilayah bernama Dharmasraya. Benar-benar benang merah yang secara perlahan membawa langkahku kesini. Aku yakin perihal jodoh dalam memilih itu memang nyata, secara perlahan diberi petunjuk tanpa dipaksakan.
Mari kita tunggu pertanda apa yang akan takdir ini tunjukkan sembari berjalan.
Komentar
Posting Komentar