Melewatkan Langit
Pada musim pohon berbunga,
Di nadiku masih mengalir secuil asa yang terbawa hingga ke qalbu
Yang katanya memiliki empat katup, dua untuk udara bersih, dua untuk mengeluarkan racun
Lalu asa itu bergerak sampai ke pusat kendali
Hingga melangitlah segala asa yang hinggap
Kini sudah tiba di musim meranggas
Asa itu kenapa perlahan layu
Tidak dipompa oleh semangat qalbu tempat pulangnya
Sekujur tubuh menjadi lesu
Lalu datanglah sekelompok pasukan penghancur gundah
Pasukan itu berhasil melenyapkan asa, hingga tubuh kembali bugar
Yang dikalahkan sebenarnya bukanlah asa
karena ternyata asa merasuk ke alam lain
Dalam ketenangan malam dan kekosongan
dalam kesadaran lain yang rasanya ketika tiba ingin selalu ku pegang
dan menjadi kendali lain, yang semestinya tidak dalam kendali
Komentar
Posting Komentar